Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Daftar kekayaan destinasi pariwisata kuliner Indonesia kembali bertambah. Kali ini, Ubud di Kabupaten Gilianyar, Bali, dijadikan destinasi gastronomi sesuai standar organisasi pariwisata dunia UN World Tourism Organization (UNWTO).
Hal ini disambut baik oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menurutnya, jika ingin bersaing secara global maka harus menggunakan standar global sehingga wisata kuliner di Indonesia dapat menjadi yang terbaik di dunia,
“Menjadi yang terbaik akan menaikkan level 3C. Ini sama seperti saat kita meraih penghargaan dunia, yaitu Credibility, Confidence, and Calibrate. Begitu pun program destinasi gastronomi berstandar UNWTO ini akan menjadi pencapaian pariwisata Indonesia untuk menjadi yang terbaik di global,” ujar Arief dalam keterangannya, Senin (12/6/2019).
Arief menjelaskan, bahwa kuliner Indonesia sangat memungkinkan menjadi pemain global. Apalagi tren wisatawan saat ini adalah mencari pengalaman otentik yang dapat memberikan konteks cerita yang berkualitas. Tak hanya itu kuliner juga merupakan alat diplomasi yang paling baik sehingga memberikan dampat positif bagi Indonesia.
“Dan ingat, kuliner merupakan diplomasi sosial yang paling halus, cepat, dan efektif untuk mempopulerkan sesuatu ke pasar global. Sebagai contoh Amerika dengan distribusi film Hollywood dan gaya hidup masakan cepat saji dan Korea dengan drama K-Pop dan kulinernya. Tak saja mereka mampu mempopulerkan sosial budayanya, namun juga memberikan dampak branding positif bagi pariwisatanya,” jelas Arief.
Sektor kuliner dalam industri pariwisata juga menyumbang sekitar 30%-40% pendapatan pariwisata. Ekonomi kreatif berkontribusi sebesar 7,38% terhadap perekonomian nasional dengan total PDB sekitar Rp852,24 triliun, dari total kontribusi tersebut subsektor kuliner menyumbang 41,69%.


Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenpar Vita Datau mengatakan, program yang dikerjakan oleh Kemenpar dan UNWTO ini memasuki tahapan penting yakni kunjungan tim yang ditunjuk oleh UNWTO untuk melakukan pendalaman dan penilaian atas Ubud.
“Proses di lapangan akan berlangsung 8 hari di Ubud, Gianyar, dan sekitarnya. Sedangkan questionares akan dilakukan online dan offline selama tiga minggu. Pada tahap ini juga dilakukan perencanaan dan strategi rekomendasi,” ujar Vita.
Dengan proses ini, Ubud selangkah lagi menjadi destinasi gastronomi sesuai standar UNWTO. Selanjutnya UNWTO akan mengeluarkan rekomendasi yang perlu diterapkan dan dilakukan oleh stakeholders serta dilakukan penilaian kedua yang dijadwalkan awal Agustus 2019 mendatang.
Jika semua proses dilakukan dengan benar, maka Ubud dapat dinyatakan sebagai destinasi gastronomi prototype UNWTO, yang telah sesuai dengan gastronomy destination development guideline UNWTO.
“Diharapkan program ini akan selesai secepatnya dan Ubud menjadi prototype gastronomy holistik pertama di Indonesia dan dunia,” kata Vita.
Tim UNWTO diwakili oleh Aditya Amaranggana sebagai Project Specialist mengatakan, UNWTO mengapresiasi segala upaya Indonesia. Karena kerja keras semua pihak, pada akhirnya Ubud berhasil terpilih sebagai destinasi prototype untuk Wisata Gastronomi.
“Kami salut dengan kerja sama yang terjalin sejak 2017 hingga mencapai tahap ini. Tiga hal yang penting program ini bahwa satu fokus UNWTO 2019 adalah SDG’s, kedua program ini bisa membantu pencapaian SDG’s 2030 karena gastronomi adalah sebuah ekosistem hulu ke hilir yang menyentuh banyak point di SDG’s,” kata Aditya.
Selain itu kata dia, gastronomi mampu membuka lapangan kerja baru di industri FnB (Food and Beverage) yang memiliki potensi bagus di dunia.
“Melalui program ini diharapkan akan memberikan kesempatan bagi Indonesia melalui Ubud Gianyar untuk menunjukan aset budaya gastronomi yang sangat luar biasa,” katanya.
Roberta Garibaldi, Lead Expert yang ditunjuk UNWTO, menjelaskan sebuah destinasi gastronomi yang holistik memiliki nilai warisan budaya, serta kualitas lokal produk. Dimana industrinya berkembang, amenitas gastronomi cukup mumpuni dan sustain. Seperti restaurants, warung, café, bar yang mengangkat kearifan lokal.
“Selain itu penetapan Ubud sebagai destinasi gastronomi juga dapat mendorong berbagai aspek. Seperti keberadaan pasar tradisional, pemasok wine, kopi, teh, produk organik, layanan edukasi gastronomi formal dan informal yang fokus pada kearifan lokal kuliner serta budaya makan setempat,” paparnya.
Jika saya diberi kesempatan untuk membuat usaha saya akan melebarkan sayap saya ke bisnis restoran dan brand clothing , kenapa saya memilih itu ? Dikarnakan dari dulu saya emng ingin bercita cita membuka bisnis restoran , karna menurut saya restoran itu bukan hanya tempat yang bisa duduk lantas makan , tapi menurut saya restoran itu bisa dijadikan tempat untuk saling bercengkrama satu sama lain , selain itu restoran juga bisa menjadi tempat kita untuk saling bertukar pikiran .
Restoran selalu ada di benak saya ketika ditanya mengenai bisnis apa yang saya akan ambil ketika sudah tamat perkuliahan . Awalnya saya sering melihat atau menonton di youtube chanel chanel orang yang memiliki usaha restoran miliknya . Disitu saya belum ada niat untuk membuka usaha restoran . Tapi makin lama setelah sering menonton chanel chanel di youtube baru akhirnya saya ada pemikiran untuk membuka usaha restoran ketika nanti sudah ada rezeki .
Saya sendiri suka makan burger . Jadi dipikiran saya , saya pastinya akan membuka usaha restoran khusus burger tapi akan saya ubah dengan nuansa yang berbeda dan pastinya lain dari biasanya . Jika nanti saya sudah berhasil saya akan memilih kota Denpasar sebagai pusat restoran saya nantinya yang akan saya buka , saya sendiri memilih kota Denpasar sebagai pusat restoran saya karna saya pikir kota Denpasar daerahnya sangat strategis dan lahan pusat perbelanjaan nya juga banyak dsana , kemungkina peluang saya buka usaha disana sangat bagus di pikiran saya.
Selain di bidang restoran saya juga ingin mengembangkan bisnis saya di brand clothing , kenapa saya memilih itu karna bagi saya penampilan atau grooming itu bisa mewakili dalam diri kita , selain itu penampilan juga membuat kita makin pede di setiap kegiatan , jadi intinya ketika saya ditanya apa bisnis yang saya akan kembangkan saya akan jawab saya akan mengembangkan bisnis di bidang restoran dan brandclothing
Dampak Revolusi Industri 4.0 atau Dampak Industri 4.0 yaitu suatu yang sedang hangat di perbincangkan di Indonesia maupun luar negeri.

Mereka mengacu pada revolusi teknologi yang telah diprediksi untuk “secara fundamental mengubah cara kita hidup, bekerja dan berhubungan satu sama lain.
Teori ini mendapatkan momentum lebih lanjut setelah menjadi titik fokus diskusi di World Economic Forum (WEF) baru-baru ini.

Industri 4.0
Ketika teknologi informasi (TI) dan teknologi operasional (OT) bertemu, perusahaan mulai menemukan cara baru untuk terhubung. Data yang dikumpulkan dari pemasok, pelanggan, dan perusahaan dapat disejajarkan dengan informasi produksi yang terperinci, yang berarti proses dapat disesuaikan secara real-time.
Dunia digital dan fisik telah menjadi tidak dapat ditarik kembali, dengan mesin, sistem dan orang-orang dapat bertukar informasi dan secara otomatis menyesuaikan.
Industri 4.0 bukan hanya merevolusi proses manufaktur, tetapi juga berdampak kuat pada model globalisasi, dengan mengubah tenaga kerja dan meningkatkan kemudahan akses ke layanan.
Berikut Beberapa Faktor Dampak dari Revolusi Industri 4.0 :
a. Globalisasi
Perkembangan teknologi, baik di dalam maupun di luar pabrik, telah berdampak pada globalisasi industri manufaktur – proses di mana bisnis dan organisasi lain mengembangkan pengaruh internasional atau mulai beroperasi secara internasional.
Sejak revolusi industri pertama, industrialisasi telah berdampak pada bisnis internasional. Secara khusus, kemajuan dalam transportasi dan telekomunikasi memiliki dampak yang sangat besar.
Dengan meningkatnya perdagangan dan komunikasi, semakin banyak perusahaan memperluas jangkauan mereka di darat dan laut.
Bahkan, rantai suplai manufaktur modern berpusat di sekitar globalisasi. Setiap hari, barang-barang dipindahkan ke seluruh dunia pada jalur pelayaran, ekspedisi kargo dan melalui udara.
Kegiatan bisnis, termasuk outsourcing logistik, manajemen fasilitas, layanan profesional dan pemeliharaan, semua bisa menjadi proses internasional
b. Mengaburkan batasan
Di awal Industri 4.0, perusahaan menggunakan rantai pasokan dan jaringan data yang lebih kompleks di seluruh dunia dalam operasi mereka. Konektivitas fisik sedang diganti dengan peningkatan jumlah tautan digital – banyak yang disimpan di cloud.
Kolaborasi internasional yang lebih besar lebih dimungkinkan daripada sebelumnya. Menggunakan perangkat lunak berbasis cloud, setiap anggota staf di lokasi geografis dapat berkontribusi untuk desain.
Fungsi ini semakin banyak ditawarkan dalam perangkat lunak CAD (Computer Aided Design), membuat desain proses yang lebih kolaboratif. Namun, globalisasi tidak hanya memperbaiki proses desain.
Bisnis bisa mendapatkan hasil maksimal dari talent pool mereka atau jaringan pemasok internasional menggunakan konektivitas digital, karena keahlian dapat ditawarkan dari jarak jauh dan secara real-time.
Di banyak perusahaan internasional, pemasok atau anggota staf bekerja dalam kelompok kecil untuk meningkatkan aliran ide, yang dapat menyebar lebih luas dengan menggunakan cloud.
Penyimpanan dan transfer data murah akan meningkatkan desentralisasi dan fleksibilitas untuk bisnis.
Beroperasi dengan cara ini dapat berarti perusahaan internasional masa depan tidak membutuhkan kehadiran fisik yang signifikan di seluruh dunia, tetapi dapat beroperasi hanya dari beberapa kelompok.
Peningkatan konektivitas berarti perusahaan kini harus kompetitif dalam skala global dan tidak dapat mengandalkan lokasi fisik mereka untuk memenangkan bisnis. Ini berarti bahwa perusahaan harus fokus pada memenuhi tuntutan konsumen yang selalu berubah.
Menjaga produksi dan produksi yang fleksibel dan menggabungkan teknologi otomatis dapat mengurangi waktu produksi dan memungkinkan perusahaan untuk merespon lebih cepat, meningkatkan keunggulan kompetitif.
Logistik telah datang jauh sejak penerbangan pertama di seluruh saluran. Industri 4.0 telah merevolusi operasi bisnis baik di dalam maupun di luar pabrik, meningkatkan hubungan antara bisnis internasional dan mendorong proses globalisasi ke depan.
Tantangan dan Peluang
Mirip dengan revolusi masa lalu, revolusi dan lereng juga signifikan. Pada dasarnya, jika gravitasi ini dapat ditangani dengan sukses, ada peluang yang melekat untuk bisnis di Indonesia.
Sudah menjadi hal yang lumrah di era sekarang banyak terdapat apikasi digital yang berhubungan dengan pariwisata . Itu membuat para pelaku industri wisata mau tidak mau harus ikut berpartisipasi dan mengembangkan cara ini agar industri pariwisata di indonesia bisa tumbuh makin tinggi dan pesat.
Kemenpar Ariefyahya juga mengatakan seperti itu , pada saat momen pelantikan dirinya dan pada saat acara asosiasi perjalanan perusahaan wisata.Selain itu dukungan pemerintah sekitar juga sangat penting bagi perkembangan industri pariwisata di indonesia , ketika pemerintah mendukung kita yakin bahwa industri pariwisata di indonesia akan menambah pemasukan devisa menjadi lebih besar di tanah air .
Beberapa aplikasi dan web travel digital sudah mulai berkembang di indonesia , contohnya traveloka , agoda , pegipegi,tiket.com dan sebagainya . Itu membuktikan bahwa indonesia sudah mulai beralih ke era yg lebih maju jika terus dikembangkan oleh pelaku pelaku industri di indonesia . Banyak berita wisata yg terdapat di beberapa media sosial , salah satunya adalah google atau internet , dsana mereka menjelaskan bahwa tingkat pertumbuhan dan perkembangan pariwisata di indonesia merupakan paling tercepat di dunia . Maka dari itu pemerintah harus lebih fokus pada dua hal , yaitu yang pertama adalah diregulasi dan yang kedua itu adalah digitalisasi.
Arief Yahya mengatakan, peran pemerintah melalui Kementerian Pariwisata yang paling utama adalah mendukung para pelaku Industri untuk tumbuh dan berkembang.

“Industri lead and goverment support. Pemerintah melayani industri bukan sebaliknya. Ini patut disyukuri komitmen kuat dari Industri dan harus dijaga oleh semua elemen Pentahelix, ABCGM (Academician, Business, Community, Government, Media). Kemenpar mendukung ASITA,” kata Menpar Arief Yahya.
Menpar Arief juga menjelaskan pertumbuhan pariwisata di Indonesia menjadi salah satu paling tercepat di dunia. Untuk itu pemerintah fokus pada dua hal, yang pertama deregulasi dan yang kedua adalah digitalisasi.
Menurut dia, transformasi melalui digital saat ini paling tepat dilakukan karena hampir 70 persen wisatawan ke Indonesia sudah menggunakan digital.
“Di pariwisata, ‘search and share’ itu 70 persen sudah melalui digital. Sudah tidak lagi bisa mengandalkan ‘walk in service’, menyuruh pelanggan datang langsung ke kantor travel agent untuk reservasi tiket dan memilih paket wisata,” kata Menpar Arief Yahya.
Selain itu, Menpar juga mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin dengan ASITA selama ini. Menpar mengharapkan kerja sama dengan ASITA terjalin dengan semakin baik di kepengurusan baru.

Dalam Rakernas DPP ASITA 2019, Menteri Pariwisata juga melantik Ketua sekaligus jajaran Dewan Pengurus Pusat ASITA untuk masa bakti 2019-2024 di Balairung Soesilo Sudarman, Gedung Kementerian Pariwisata, Jakarta.
Peran industri pariwisata yang tergabung dalam ASITA, kata Arief Yahya, sangat penting untuk menjadikan sektor pariwisata memiliki daya saing.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Nunung Rusmiati yang baru saja dilantik menambahkan pihaknya sangat mengapresiasi dukungan pemerintah yang selalu ada di belakang industri.
“Terima kasih kepada pemerintah yang mendengarkan keluhan industri kami terkait tiket pesawat yang sudah mulai turun. Dampak kenaikan tiket pesawat sangat terasa sekali lantaran penyebaran wisatawan menjadi tidak merata di Indonesia. Dan pemerintah sudah melakukan banyak hal untuk membantu industri pariwisata,” ujarnya.
Beberapa tahun belakangan ini, melakukan perjalanan wisata tak lagi menjadi hal yang mewah karena bukan hanya kalangan berdompet tebal saja yang bisa melakukannya.
Siapapun bisa berwisata ke luar daerah dengan dana yang lebih sedikit, fenomena itu kerap disebut “budget travel”.
Budget travel merupakan bentuk wisata dengan biaya murah yang mencakup akomodasi dan transportasi. Istilah tersebut cukup populer di kalangan milenial.
Bagi milenial, pergi wisata ke berbagai tempat dengan spot menarik atau instagenic telah menjadi salah satu bagian dari gaya hidup. Biasanya, wisatawan milenial menggemari wisata petualangan, eksplorasi, dan perjalanan darat (road trips).
Meskipun kenyataannya generasi milenial belum sepenuhnya mapan secara finansial, tetapi mereka memiliki banyak waktu.
Melalui media sosial, mereka dapat dengan mudah membuat perencanaan perjalanan berbiaya murah.
This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.